Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan akan menggelar Malam Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi tahun 2013 pada 30 November mendatang di Nusa Indah Theatre, Balai Kartini, Jakarta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang arti penting sebuah apresiasi kepada para seniman/budayawan yang telah berkarya.

Penghargaan akan diberikan kepada 45 orang yang telah berjasa dan memberikan kontribusi besar terhadap pelestarian kebudayaan yang mencakup perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat. Lima orang di antara penerima penghargaan adalah maestro seni tradisi.

"Penghargaan maestro seni tradisi ditujukan kepada mereka yang konsisten mempertahankan dan melestarikan karya-karya seni langka dan nyaris punah, sehingga fasilitas pemerintah menjadi penting dalam proses pewarisan," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Kacung Marijan saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (19/11/2013.

Kacung mengatakan, kategori pemberian anugerah dibagi menjadi dua jenis, yaitu yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dari Kemendikbud berdasarkan penilaian tim penilai yang dibentuk Ditjen Kebudayaan.

"Penghargaan dari Presiden SBY terdiri atas dua kategori, yaitu Tanda Kehormatan Bintang Budaya Paramadharma Tahun 2013, dan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebudayaan Tahun 2013," kata Kacung.

Adapun penghargaan yang berdasarkan hasil keputusan tim penilai terdiri dari tiga kategori, yaitu kategori anugerah seni, kategori pelestari dan pengembang warisan budaya, kategori anak/pelajar/remaja, yang berdedikasi terhadap kebudayaan, dan kategori maestro seni tradisi.

Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap kinerja para seniman dan budayawan, baik dalam kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat, praktisi, akademisi, pengamat, kritikus, pelopor, hingga pelestari.

Setiap penerima penghargaan akan memperoleh sertifikat, pin emas, dan uang yang nominalnya berbeda-beda. Penerima penghargaan Bintang Budaya Paradharma akan mendapatkan Rp60 juta dan penerima penghargaan Satyalancana Kebudayaan akan mendapatkan Rp55 juta.

Sementara, penerima penghargaan kategori anugerah seni akan mendapatkan Rp50 juta. Kemudian, penerima penghargaan kategori pelestari dan pengembang warisan budaya akan mendapatkan Rp50 juta.

Penerima penghargaan kategori anak/pelajar/remaja yang berdedikasi terhadap pengembangan kebudayaan akan mendapatkan Rp25 juta dan menerima penghargaan kategori maestro seni tradisi akan mendapatkan Rp25 juta.

Seluruh hadiah uang akan dipotong pajak, dan pemberiannya akan ditransfer langsung ke rekening penerima penghargaan. "Sebelum malam anugerah sudah masuk rekening masing-masing," ujar Kacung.

Sementara budayawan Romo Muji Sutrisno yang juga hadir dalam jumpa pers mengatakan, bangsa Indonesia harus menghargai mereka yang melestarikan kebudayaan di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi. Ia memberikan catatan, salah satu bentuk penghargaan dari pemerintah yaitu memberikan beasiswa kepada anak-penerus kebudayaan.

"Banyak yang karena umur dan kemampuan, kalau nggak ditopang pemerintah (mereka) akan meninggal tanpa ada yang melanjutkan (aktivitas kebudayaan)," katanya.

Karena itu, lanjut Romo Muji, pemerintah melalui Kemendikbud memberikan beasiswa kepada anak kandung atau anak didik mereka supaya aktivitas kebudayaan yang telah dilakukan pendahulunya bisa terus berlanjut. (DM)