01 02 03

~ Kata Mutiara ~

"Akar Pendidikan itu rasanya pahit, tapi buahnya manis". Aristoteles

Agenda

Komentar Pengunjung

  • isna: Mau tanya Jam bimbel utk SD kls 4 mulai jam berapa ya ?terus masih bisa daftar gak utk senester genap?trims seblmny
  • ?: Hasil to yang kesekolah sekolah gak diumumin kan? Sudah kuduga
  • Hwerahji: Kira-kira berapa bayar lesnya 1bulan ya ???????? ^ ^??????????????????tolong di jawab ya ??? Plisssss
  • rizky atmoko dwinata: kak hasil TO di smpn 1 metro kemarin tanggal 15 maret 2015 belum di umumkan y??? mohon infonya
  • rama: mau tanya kamus bahasa lampung kuno seperti artikel yg tertulis di sini saat ini ada dimana ya? apakah boleh untuk mengcopy utk pribadi, tks
  • Nanik: pelajar yg menang lomba IMC les dmna ya?
  • wafiq aditiya: pengumuman yang les b inggris di raden intan masuk tgl 15 juli
  • wafiq aditiya: tgl 21 masih les polamatika gak sih?
  • Masayu aprillisa: Oh iya kira-kira lpk airlangga dimana ya?
  • wihda nur fadhila: info UN SD kok belum ada?
  • fannisa humaira s: mau tanya, jumat besok bawa kado y?;)
  • maya: mb gimana cara lihat hasil osn
  • nova: mau tanya , kalo mau liat hasil try out tanggal 18 mei 2014 gimana caranya ya ?????
  • Sekar Pratiwi: mbak, mau tanya.. hasil tryout B.indonesia SMPN4 METRO kapan di umuminnya ya??
  • desy sucianti: Mba saya mau tanya. Mau lihat peringkat tri out sd 3 metro td dimana?
  • Sauki: Hallo ba fitri;(
  • Novia Helni Astari: TO nya :D
  • nidiya maranta: ini ngurutinnya sesuai absen ya???:)
  • dimas pranjana bagas: hasil TO b.indo smp 4 metro?
  • wafiq aditya wiyono: mbak izin

Nama
Isi Pesan Anda:
:) :D ;) :( :O :P :S :roll: ;( :@

Security : MCpV6

Gabung di Facebook Kami


Jajak Pendapat

Apakah informasi di website kami sudah lengkap?
Lengkap91 (52.0%)
Cukup Lengkap42 (24.0%)
Kurang Lengkap42 (24.0%)
TOTAL175

Arsip Polling Sebelumnya

Link Terkait

Yuk, Intip Cara Swedia Didik Anak-anak

Diposting oleh , Tgl 15-01-2014 & wkt 09:24:34 & dibaca Sebanyak 656 Kali        
 
GOTHENBURG, KOMPAS.com — Bermain menjadi salah satu kunci kurikulum pendidikan anak usia dini di Swedia. Melalui bermain, anak-anak diajar mengenal nilai mendasar, seperti kejujuran, kemandirian, kepercayaan diri, kerja sama, toleransi, dan menghargai orang lain. Selain itu, sejak dini anak-anak diajarkan konsep persamaan jender.

Demikian antara lain benang merah dari diskusi "Melihat Wajah Pendidikan Anak Usia Dini di Swedia" yang diselenggarakan oleh PPI Swedia wilayah Gothenburg dan Boras pada 11 Januari 2014 lalu, seperti disampaikan Afrina Laksmiarti, dari PPI Gothenburg, Senin (13/1/2014).

Diskusi yang diselenggarakan di kampus Chalmers University of Technology, Swedia, itu menghadirkan Kak Wawa, warga negara Indonesia yang sudah bekerja di Gothenburg. Ia merupakan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) bersertifikat yang menyelesaikan pendidikan master pedagogi dan psikologi anak di University of Gothenburg, Swedia.

Kak Wawa mengatakan, anak-anak usia dini tak melulu bermain di dalam kelas. Mereka menelusuri hutan, mengunjungi museum, atau piknik di taman kota. Jika cuaca dingin tak begitu ekstrem, mereka bermain dengan gumpalan salju tebal yang menutupi hamparan pasir halus di playground sekolah.

Saat beraktivitas di luar sekolah, anak-anak berpakaian lengkap sesuai dengan musim dan menggunakan rompi khusus sambil memegang sebuah tali panjang didampingi oleh guru-gurunya sambil berjalan dengan tertib. Itulah pemandangan yang lazim dijumpai di negeri viking yang berpenduduk sekitar 9 juta orang ini.

Dipaparkan pula bahwa PAUD di Swedia istimewa karena menekankan pentingnya konsep bermain sambil belajar.

“Kami ajak anak-anak piknik di depan sekolah. Setelah itu, mereka berlatih cara memilah sampah dan memasukkannya kedalam tong sampah sesuai dengan jenis sampah," kata Kak Wawa dalam siaran pers itu.

Sistem PAUD di Swedia, dikatakannya, bertujuan menstimulasi perkembangan dan pengetahuan anak di dalam lingkungan sekolah yang aman, menyenangkan, dan nyaman sehingga mampu menumbuhkan keinginan dan ketertarikannya untuk belajar.

Selain itu, PAUD berperan penting membentuk karakter dan mengembangkan keterampilan sosial, sekaligus membantu anak-anak mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. Di Swedia, anak berusia 1-6 tahun berhak mengikuti PAUD, tetapi tidak wajib. Menurut situs resmi kantor Pemerintah Swedia, tercatat pada tahun 2012 lebih dari 84 persen anak-anak usia dini di Swedia telah mengikuti PAUD.

Afrina mengaku terkejut mengetahui bahwa Pemerintah Swedia menanggung biaya per anak sekitar 90.000 SEK (sekitar Rp 160 juta) per tahun yang meliputi buaya gedung, taman bermain, sistem pengamanan, kebersihan, dan katering, serta gaji guru.

Selain itu, jumlah uang pendidikan yang dibayar orangtua sangat bervariasi, bergantung pada jumlah anak dan penghasilan orangtua. Semakin banyak anak, jumlah SPP yang dibayar semakin berkurang. Jika kedua orangtua bekerja, mereka membayar maksimal 1.260 SEK (sekitar Rp 2,3 juta) per bulan untuk anak pertama.

"Yah, dapat dikatakan orangtua hampir tidak mengeluarkan sepeser pun biaya karena sejak anak lahir di Swedia otomotis memperoleh nomor identitas diri (personal number) sehingga mendapatkan akses terhadap semua pelayanan publik dan benefit sosial, termasuk di dalamnya uang tanggungan sosial sebesar 1.050 SEK per bulan dari negara," kata Afrina. (GAL)

Sosial Media :

gzdfZ

Kembali

Hubungi Kami

Kategori Berita

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

Online : 1 User
Tot Hits : 630805 Hits
Hari Ini : 250
Kemarin : 158
Bulan Ini : 5261
Tahun Ini : 5261
Total : 532512