Jakarta (ANTARA News) - Arkeolog asal Universitas Indonesia yang juga Ketua Tim Arkeolog dari Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Gunung Padang Ali Akbar mengatakan situs di Gunung Padang diperkirakan sebagai struktur prasejarah terbesar di Asia.

"Kalau berdasarkan studi literatur yang saya lakukan dan konfirm dengan beberapa arkeolog luar negeri, sudah dapat dipastikan ini (situs Gunung Padang) adalah bangunan prasejarah terbesar di Asia Tenggara. Dan bisa jadi terbesar di Asia," kata Ali Akbar usai meluncurkan buku Situs Gunung Padang Misteri dan Arkeologi di Jakarta, Selasa.

Bahkan, ia mengatakan situs Gunung Padang berpotensi menjadi struktur prasejarah terbesar di dunia. "Bisa jadi ini terbesar di Asia, sekarang tinggal konfirmasi apakah ini terbesar di dunia".

Berdasarkan uji karbon dating yang dilakukan Laboratorium Batan pada material paleosoil di kedalaman empat meter dari situs Gunung Padang, ia mengatakan menunjukkan usia 5500 tahun Sebelum Masehi (SM). Sedangkan hasil dari Laboratorium Beta Miami, Florida, Amerika Serikat (AS), material dari kedalaman empat hingga 10 meter berusia 7600--7800 SM.

"Dari hasil karbon dating yang usianya 5000 SM lebih jelas situs ini tertua di dunia mengalahkan Piramid yang usianya sekitar 2500 SM," ujar Ali.

Meski demikian, ia mengatakan TTRM Gunung Padang akan kembali melakukan uji laboratorium untuk material yang diambil lebih dalam, sekitar 15 meter ke bawah dari situs tersebut.

"Kalau di luar negeri sih begitu keluar hasil laboratorium pertama pun ya sudah itu yang dipegang. Kalau di sini, hasil laboratorium dua kali pun belum cukup," ujar dia.

Arkeolog yang merupakan mantan Kepala Puslit Arkenas Haris Sukendar mengatakan Gunung Padang mempunyai latar belakang yang sangat berarti bagi peradaban di Indonesia bahkan dunia. Situs ini diteliti banyak pihak dari banyak negara lain seperti Jerman dan Prancis.

Gunung Padang, lanjutnya, merupakan bangunan teras berundak bukan hanya terbesar di Jawa Barat, tetapi juga di Asia Tenggara bahkan di Asia Pasific.