Yogyakarta (ANTARA News) - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta memutuskan untuk meliburkan semua kegiatan belajar mengajar di sekolah karena hujan abu akibat letusan Gunung Kelud di Jawa Timur masih melanda kota pelajar tersebut.

"Pada hari ini, Jumat (14/2), kami mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah dan meminta siswa belajar di rumah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana, di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Edy, hujan abu yang turun di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya tidak baik untuk kesehatan siswa apabila tetap dipaksakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Kami sudah menyampaikan kebijakan ini ke semua sekolah, dan sekolah yang meneruskannya ke siswa," katanya.

Di beberapa wilayah Kota Yogyakarta, tebal abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud mencapai lebih dari tiga sentimeter dan hingga pukul 07.30 WIB, hujan abu masih terus turun.

Edy menambahkan, kebijakan untuk meliburkan sekolah hanya berlaku selama satu hari, dan pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum memutuskan kebijakan untuk Sabtu (15/2).

"Siang nanti, bersama dengan kepala bidang dan pihak terkait lainnya, kami akan melakukan evaluasi. Apakah kebijakan ini akan berlaku untuk esok hari atau tidak," kata Edy.

Namun demikian, Edy mengatakan, Kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta tetap buka dan memberikan layanan seperti biasa.

Gunung Kelud yang berada di Kediri Jawa Timur, meletus pada Kamis (13/2) pukul 22.50 WIB dan menyebabkan hujan abu hingga radius ratusan kilometer.

Warga di Kota Yogyakarta dan sekitarnya mengaku mendengar letusan gunung tersebut.

Sementara itu, sensor seismograf di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat 1o kali dentuman letusan Gunung Kelud.

Dentuman tersebut terekam untuk pertama kali pada pukul 22.50 WIB dan terakhir pada Jumat (14/2) pukul 02.15 WIB.

(E013)