Jambi (ANTARA News) - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Mamiati, mengatakan pengawasan terhadap ujian nasional tahun ini masih tetap memberlakukan sistem silang.

Menurut Mamiati ketika dihubungi, Kamis, pihaknya telah membuat Surat Keputusan (SK) pengawas silang murni untuk pelaksanaan Ujian Nasional di Tanjung Jabung Timur (Tanjabatim) agar tidak terjadi kecurangan dalam pengawasan UN.

"Petugas pengawas UN tidak boleh di sekolah asal, harus mengawas di sekolah lain," tegasnya.

Ia juga minta kepada sekolah-sekolah yang bergabung saat melaksanakan UN, untuk tetap melaksanakan UN seperti sekolah lain. "Tidak ada alasan sekolah yang tidak melaksanakan UN," ujarnya.

Ketika ditanya, ia mengatakan, jumlah peserta UN 2014 yang akan dilaksanakan pada April-Mei dari semua tingkatan sekolah di Tanjabtim mencapai 8.914 siswa.

Riciannya, peserta UN SD/MI sederajat 3.901 siswa, SMP/MTs sederajat 2.942 siswa dan SMA/SMK/MA sederajat 2.071 siswa.

Untuk SD/MI sederajat, UN akan dilaksanakan mulai 19-21 Mei, SMP/MTS sederajat 5-8 Mei dan SMA/SMK/MA sederajat 14-16 April," katanya.

Mengenai persiapan yang dilakukan, Mamiati mengatakan, pihaknya selama ini rutin melakukan "try out" bagi peserta UN, termasuk memanggil seluruh pengawas untuk kesiapan UN.

"Kami programkan pemanggilan pengawas UN setiap tanggal 10 setiap bulannya," katanya.

Kepala sekolah juga telah diminta untuk mempersiapkan anak didiknya yang mengikuti UN, agar sesering mungkin melaksanakan les soal-soal UN tahun sebelumnya agar siswa lebih siap menghadapi UN.