01 02 03

~ Kata Mutiara ~

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. (The way to get started is to quit talking and begin doing) ~ Walt Disney

Agenda

Komentar Pengunjung

  • isna: Mau tanya Jam bimbel utk SD kls 4 mulai jam berapa ya ?terus masih bisa daftar gak utk senester genap?trims seblmny
  • ?: Hasil to yang kesekolah sekolah gak diumumin kan? Sudah kuduga
  • Hwerahji: Kira-kira berapa bayar lesnya 1bulan ya ???????? ^ ^??????????????????tolong di jawab ya ??? Plisssss
  • rizky atmoko dwinata: kak hasil TO di smpn 1 metro kemarin tanggal 15 maret 2015 belum di umumkan y??? mohon infonya
  • rama: mau tanya kamus bahasa lampung kuno seperti artikel yg tertulis di sini saat ini ada dimana ya? apakah boleh untuk mengcopy utk pribadi, tks
  • Nanik: pelajar yg menang lomba IMC les dmna ya?
  • wafiq aditiya: pengumuman yang les b inggris di raden intan masuk tgl 15 juli
  • wafiq aditiya: tgl 21 masih les polamatika gak sih?
  • Masayu aprillisa: Oh iya kira-kira lpk airlangga dimana ya?
  • wihda nur fadhila: info UN SD kok belum ada?
  • fannisa humaira s: mau tanya, jumat besok bawa kado y?;)
  • maya: mb gimana cara lihat hasil osn
  • nova: mau tanya , kalo mau liat hasil try out tanggal 18 mei 2014 gimana caranya ya ?????
  • Sekar Pratiwi: mbak, mau tanya.. hasil tryout B.indonesia SMPN4 METRO kapan di umuminnya ya??
  • desy sucianti: Mba saya mau tanya. Mau lihat peringkat tri out sd 3 metro td dimana?
  • Sauki: Hallo ba fitri;(
  • Novia Helni Astari: TO nya :D
  • nidiya maranta: ini ngurutinnya sesuai absen ya???:)
  • dimas pranjana bagas: hasil TO b.indo smp 4 metro?
  • wafiq aditya wiyono: mbak izin

Nama
Isi Pesan Anda:
:) :D ;) :( :O :P :S :roll: ;( :@

Security : QAI5N

Gabung di Facebook Kami


Jajak Pendapat

Apakah informasi di website kami sudah lengkap?
Lengkap91 (52.0%)
Cukup Lengkap42 (24.0%)
Kurang Lengkap42 (24.0%)
TOTAL175

Arsip Polling Sebelumnya

Link Terkait

Mendikbud Hentikan Kurikulum 2013, Kembali ke Kurikulum 2006

Diposting oleh , Tgl 29-12-2014 & wkt 07:44:38 & dibaca Sebanyak 540 Kali        
 
KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan akhirnya memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya.

"Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir," kata Mendikbud Anies Baswedan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Jumat (5/12/2014) lalu.

Implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah dilakukan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hanya sekolah- sekolah inilah yang diwajibkan menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini.

Mendikbud Anies Baswedan juga menyampaikan, selain sekolah tersebut, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013.

Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006," katanya.

Kemendikbud mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal, antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru, dan pelatihan kepala sekolah.

"Penghentian ini dilandasi antara lain karena masih ada masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru, dan pelatihan kepala sekolah yang belum merata. Pada saatnya sekolah-sekolah ini akan menerapkan Kurikulum 2013, bergantung pada kesiapan," Mendikbud.

Menurut Anies, kurikulum pendidikan nasional memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik.

"Perbaikan kurikulum ini demi kebaikan semua elemen dalam ekosistem pendidikan, terutama peserta didik, anak-anak kita. Tidak ada niat untuk menjadikan salah satu elemen pendidikan menjadi percobaan, apalagi siswa yang menjadi tiang utama masa depan bangsa," ujarnya.

Sosial Media :

hjN2R

Kembali

Hubungi Kami

Kategori Berita

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

Online : 1 User
Tot Hits : 631324 Hits
Hari Ini : 62
Kemarin : 271
Bulan Ini : 5769
Tahun Ini : 5769
Total : 533020